STAI Pelabuhan Ratu Dorong Kapasitas Guru PAUD Se-Kecamatan Cilograng Melalui Pelatihan
- Rabu, 11 Juni 2025
- FAHMI SAHAB
- Dosen
- 7 Kali dilihat
STAIP.AC.ID . Dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Banten, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelabuhan Ratu menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru PAUD se-Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Kegiatan ini berlangsung pada 11 Juni 2025 dan diikuti oleh puluhan pendidik PAUD dari berbagai desa di wilayah tersebut.
Kegiatan pelatihan ini mengusung tema “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Paud se-kecataman Cilograng Kabupaten Lebak”, yang bertujuan untuk membekali para guru dengan wawasan, keterampilan, dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Ketua STAI Pelabuhan Ratu, H. Budi Munawar Khutomi, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru PAUD merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar.
“Kami percaya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, para gurunya perlu didampingi dan diperkuat kapasitasnya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan,” ujar H. Budi Munawar Khutomi, MM.
Pelatihan ini menghadirkan para narasumber dari dosen Program Studi PIAUD STAI Pelabuhan Ratu, serta praktisi pendidikan yang berpengalaman dalam bidang pengembangan anak usia dini. Materi yang disampaikan meliputi pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAUD, strategi bermain sambil belajar, penyusunan RPPH yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, serta penguatan nilai karakter dan religiusitas dalam pendidikan anak usia dini.
H. Herri Azhari, M.Ag, selaku kemahasiswaan dan pemateri, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak (child-centered) perlu dipahami secara mendalam oleh setiap guru PAUD agar proses pembelajaran benar-benar sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
“Guru PAUD harus menjadi fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan bermakna. Di situlah letak pentingnya pelatihan seperti ini,” ungkapnya.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Highlight
Berita Populer
Berita Lainnya