STAI Pelabuhan Ratu Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Perundungan di Lingkungan Kampus
- Kamis, 27 Februari 2025
- 5 Kali dilihat
KABAR STAIP – STAI Pelabuhan Ratu menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan sebagai bentuk komitmen institusi dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta perwakilan sivitas akademika STAI Pelabuhan Ratu.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh warga kampus mengenai berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, kekerasan seksual, maupun bentuk kekerasan lainnya. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme pencegahan, pelaporan, penanganan, serta perlindungan terhadap korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Pelabuhan Ratu Budi Munawar Khutomi menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menciptakan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
"Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi diri. Oleh karena itu, seluruh elemen kampus harus memiliki komitmen bersama dalam mencegah dan menangani segala bentuk kekerasan" ujar ketua STAIP.
Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber yang membahas berbagai aspek penting, antara lain kebijakan nasional mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan, bentuk-bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus, hak dan perlindungan korban, mekanisme pelaporan, serta peran aktif seluruh warga kampus dalam membangun budaya saling menghormati dan menghargai.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai kasus yang mungkin terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari intimidasi, diskriminasi, dan kekerasan.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, STAI Pelabuhan Ratu juga memperkenalkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang memiliki fungsi menerima laporan, melakukan pendampingan, memberikan rekomendasi penanganan, serta melaksanakan berbagai program edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh sivitas akademika semakin memahami pentingnya menjaga etika, menghormati hak asasi setiap individu, serta berani melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindakan kekerasan. Pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab Satgas, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung terwujudnya STAI Pelabuhan Ratu sebagai kampus yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kesadaran, penguatan budaya saling menghormati, serta penerapan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif dan berkeadilan.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, STAI Pelabuhan Ratu menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang sehat dan berintegritas, sejalan dengan nilai-nilai Islam, prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta upaya peningkatan mutu tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika.
Highlight
Berita Populer
Berita Lainnya